Doa Qunut

Doa Qunut adalah merupakan sebahagian dalam shalat subuh yang tentu saja sebaiknya kita pahami dan sebagusnya dimengerti sebagai seorang muslim yang mencoba menerapkan ajaran agama dengan baik dan sesempurna mungkin. Bagi yang belum mengenal dan mengetahui, doa Qunut adalah do’a yang dibacakan saat rakaat kedua setelah ruku’ pada shalat subuh.

Permasalahan Qunut itu sendiri secara hukum menurut mazhab Syafii dan Maliki masuk dalam golongan Sunat Muaakat dimana jika doa tersebut ditinggalkan pada saat shalat subuh, tidak membatalkan shalat itu sendiri. Mazhab Hanafi tidak menyunatkan qunut subuh, sementara mazhab Hambali mensunatkan QUNUT khusus pada imam/pemimpin shalat.

Hal yang mensunatkan kunut adalah karena terdapatnya beberapa hukum yang menyatakannya, diantaranya adalah berikut:

“Rasulullah SAW tidak henti membaca Qunut dalam shalat Fajar hingga beiau meninggal dunia” (Musnad Ahmad bin Hambal)

Hasan bin Ali mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat doa yang hendaknya aku ucapkan ketika kunut witir: “Allahummahdinii fiiman hadaiit, wa ‘aafinii fiiman ‘aafaiit … dst.” (HR. Nasa’i 1746, Abu Daud 1425, Turmudzi 464, dan dishahihkan Al-Albani)

Do’a Qunut merupakan sebuah do’a yang sudah umum dibaca pada saat i’tidal pada rakaat kedua waktu sholat subuh. Hukum membaca doa qunut dalam sholat shubuh menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan sunnah ab’ad (sunnah yang dituntut untuk dilakukan dalam sholat, bila lupa tidak mengerjakan, dianjurkan/sunnah mengganti kekurangan tersebut dengan melakukan sujud syahwi).

Jika anda menjadi imam, anda perlu membaca dan mengubah kalimah tertentu. Manakala, makmum tidak perlu membaca pada kalimah-kalimah tersebut hanya perlu menadah tangan serta menyambutnya  dengan amin sahaja. Kalimah kalimah tersebut ialah :

Teman-teman pasti tahu kan “Apa itu Doa Qunut?”. Yaitu, doa yang secara umum dibaca pada waktu i’tidal atau berdiri dari ruku’ akhir pada shalat subuh dan shalat witir. Kata Qunut sendiri berasal dari kata “Qanata” yang artinya patuh dalam mengabdi (kepada Allah). Adapun hukum membaca doa qunut adalah sunnah muakkad (ab’ad) atau sunnah yang diperkuat. Namun para imam dan ulama mazhab berbeda pendapat tentang pelaksanaan doa qunut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s